Sabtu, 03 Januari 2015

Keburukan Wanita berjilbab ?

KADANG wanita berjilbab kelakuannya lebih buruk dari wanita yang tidak berjilbab. Kata-kata itu selalu didengar.

Memang tidak semua wanita berjilbab itu baik tapi setidaknya mereka sudah melakukan salah satu kewajiban mereka sebagai wanita muslim. Antara kelakuan dan jilbab itu berbeda.

Jilbab itu wajib hukumnya bagi wanita muslim yang sudah baligh, tidak peduli akhlak/kelakuannya baik atau buruk.

Kalau masih belum sanggup melaksanakan kewajiban berjilbab, mohon untuk tidak mencibir wanita yg sudah bisa melakukan kewajiban itu. Jangan menambah dosamu.

Wanita berjilbab walaupun ada yang kelakuannya buruk tapi setidaknya dia sudah melaksanakan salah satu perintah agama, yakni berjilbab.

Dia tidak membiarkan dirinya untuk setiap hari, setiap detik, setiap waktu menanggung dosa karena membiarkan auratnya dilihat oleh orang yang tidak seharusnya melihat.

Inilah Firman Allah kepada Surga dan Neraka

Iman mengajak kita pada derajat yang lebih tinggi. Ialah keyakinan akan suatu hal yang ghaib, yang tidak hanya berdasarkan semua yang terindra. Baik itu keyakinan kepada Allah Ta’ala yang Maha Ghaib, maupun keyakinan akan datangnya Hari Kiamat, akhirat, surga, neraka, malaikat dan semua yang ghaib.

Dalam tahap inilah, banyak orang ragu yang batal imannya. Sebab ajaran iman kepada yang ghaib itu tak bisa masuk dalam logikanya yang memang amat sempit, pendek dan penuh dengan kelemahan.

Surga dan neraka adalah kepastian. Dua tempat ini diciptakan untuk dua golongan manusia yang berbeda. Surga untuk orang yang beriman, sementara neraka tersedia leluasa bagi siapa yang kafir, musyrik dan munafiq. Saat di dunia, seseorang diberi opsi tuk memilih: masuk ke surga dengan beriman dan beramal shaleh, atau bergabung bersama setan dengan menetap dalam siksa neraka yang selamanya.

Surga adalah rahmat. Ia adalah kasih sayang, kenikmatan, kebahagaiaan, kekekalan dalam kebaikan, buah-buahan, minuman nan didambakan, bidadari, pangeran, istana dan semua kebaikan yang dikehendaki bagi penghuninya.

Sementara neraka adalah azab, siksa, sakit, pedih, duka, lara, nestapa, sengsara, nanah, darah, api, zaqqum, dan semua keburukan yang tak sedikit pun diinginkan atau dikehendaki oleh manusia mana pun. Bahkan mereka yang berhak menghuninya, amat terpaksa menerima itu dan berkeinginan kuat untuk menghindar, meski keinginan itu sia-sia belaka.

Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadits qudsi,

قَالَ اللَّهُ لِلْجَنَّةِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَقَالَ لِلنَّارِ أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ

“Allah Ta’ala berfirman kepada surga,” demikian sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini, “Kau adalah rahmat-Ku,” Allah Ta’ala melanjutkan, “Denganmu Aku merahmati siapa saja yang Aku Kehendaki dari hamba-hamba-Ku.”

“Kemudian Allah Ta’ala berfirman kepada neraka,” tutur Imam Muslim meriwayatkan, “Kau adalah siksa-Ku,” Kalam Allah Ta’ala selanjutnya, “denganmu Aku menyiksa siapa pun yang Aku Kehendaki.”

Allah Ta’ala Berkehendak penuh untuk memasukkan siapa pun yang dikehendaki untuk dimasukkan ke dalam surga dan neraka. Dia Mahakuasa untuk melakukan apa pun. Amat mudah bagi Allah Ta’ala untuk memasukkan seseorang ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Mudah pula bagi-Nya untuk menjerumuskan seseorang ke dalam neraka yang menyala siksa apinya.

Sebab diri adalah hamba yang lemah dan banyak dosa, mari senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala, meminta perlindungan dari dahsyatnya siksa neraka dan berharap agar dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Aamiin. [Pirman]

Jumat, 02 Januari 2015

Mengapa Kematian Dirahasiakan oleh Allah

KEMATIAN pasti akan tiba pada setiap individu. Tapi, hanya satu yang kita tidak tahu, yakni kedatangannya. Setiap manusia pasti tidak akan bisa mengetahui kapan ajal akan menjemputnya. Hanya Allah sajalah yang tahu kapan waktu terakhir kita untuk hidup di dunia. Sehingga, menjadi rahasia Allah-lah kematian itu.

Mengapa Allah SWT merahasiakan kematian?

1. Supaya Manusia Tidak Cinta Dunia

Dunia ini hanya sebagai persinggahan sementara saja dan kehidupan abadi adalah dialam akhirat. Cinta dunia menyebabkan manusia menjadi lupa kehidupan abadinya di akhirat. Dengan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, bagaimana sebuah bangsa dihancurkan oleh azab Allah sebab karena cinta dunia yang berlebihan dan melupakan akhiratnya. Rasullullah SAW bersabda “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir dan akhirat adalah surga bagi orang mukmin dan penjara bagi orang kafir.”

2. Supaya Manusia Menyegerakan Amal

Perbuatan baik selayaknya untuk segera dilakukan, jika ditunda maka ditakutkan akan menjadi fitnah dan tidak jadi dilakukan. Seperti sedekah, ketika sedang ada rezeki sebaiknya segerakan untuk menyedekahkan sebagian rezeki kita dan jika ditunda malah tidak jadi karena digunakan untuk kebutuhan lainnya. Dengan mengingat kematian yang bisa datang kapan saja manusia menjadi lebih ringan dan semangat untuk beramal.

3. Mencegah Perbuatan Maksiat

Dengan mengingat kematian manusia akan lebih berkonsentrasi pada kehidupan akhirat, apalagi kematian yang tidak tentu kapan dan dimana. Orang mukmin pasti takut jika kematian menjemputnya pada saat sedang bermaksiat, dengan begitu manusia akan menghindari perbuatan maksiat demi mendapatkan khusnul khotimah.

4. Agar Menjadi Manusia yang Cerdas

Manusia yang cerdas adalah manusia yang tahu bahwa kehidupan akhirat adalah kekal abadi dan pilihan surga adalah pilihan yang terbaik. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang bodoh adalah orang yang mengikuti diri pada hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan angan-angan kosong.” [rika/islampos/bangirul]